2013/06/30

CERPEN CERITA CINTA

KISAH KASIH ASMARA
Diceritakan oleh
Nurkomariah

Nama ku Kasih Tungga Dewi. Menurut teman-teman ku aku merupakan tipe anak yang periang, walaupun banyak sekali masalah yang menerpa hidup ku, terutama masalah percintaan. Tak tahu kenapa Dewi Fortuna tidak memihak pada ku, selalu rasa sakit yang aku rasakan ketika menjalin hubungan dengan seorang laki-laki.
Awal perkenalan ku dengannya bisa dikatakan tidak wajar, kami bertemu di sebuah pasar, dimana pada saat itu aku sedang mengantar ibu ku berbelanja bulanan. Ini awal kisah pertemuan ku dengan dirinya.
Mungkin banyak orang yang mengatakan jodoh, beberapa minggu belakangan ini aku selalu bertemu dengannya, entah apalah itu namanya yang terpenting aku senang ketika melihatnya. Dan suatu ketika pada saat aku sedang makan di sebuah Mall dibilangan Tangerang Selatan, aku bertemu dengannya. Pada saat itu hati ku berdegub sangat kencang rasanya jantung ini mau meledak, dan dia pun menyapaku dengan senyum ramahnya.
“Hy”. Sapa dia dengan nada sangat lembut dengan senyum simpul yang dia berikan untuk ku.
Bodohnya aku mengapa disaat dia menyapa ku, aku malah bengong menatap wajahnya yang begitu tampan dimataku.
“Eh hy”. Jawab ku singkat, karena malu cuma kata itu yang bisa aku ucapkan.
“Kenalkan namaku Juna”. Ujarnya
Dia mulai memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangan pada ku sebagai tanda perkenalan
“Nama ku Kasih Tunggal Dewi, tapi kamu cukup panggil saja Kasih”. Jawab ku sambil menenangkan hati ku yang tidak karuan ini
Ternyata Juna seorang lelaki yang tampan, baik dan menurut ku dia sosok pria idaman semua wanita. Termasuk diri ku.
Tak terasa hampir tiga jam aku dan Juna mengobrol, entah apa yang kami sedang bicarakan tapi tak penting bagi ku, yang terpenting aku nyaman dan senang bisa bertemu dengan Juna.
“Sudah sore, sepertinya aku harus pulang”. Kataku, padahal dalam hati ku tak ingin ku akhiri pertemuan ini.
“Oh iya tidak kerasa kita mengobrol hampir tiga jam, maaf ya kalau waktu kamu terbuang hanya untuk menemani ku mengobrol”.  Jawabnya dengan penuh kharisma.
Aku pun langsung menjawab. “Oh iya tidak apa-apa aku senang bisa kenal sama kamu”.
“Lain kali boleh kita bertemu lagi? Hmm apa aku boleh minta nomer handphone mu, siapa tahu ada hal penting atau apalah itu”. Pintanya dengan sopan.
“Oh iya boleh 08577....”. jawab ku langsung
Setelah pertemuan  itu wajahnya selalu terbayang-bayang dalam benak ku, apa ini cinta, tapi terlalu dini untuk menyimpulkan perasaan ku saat ini.
Hampir tiga Minggu aku menunggu dia menghubungi ku atau sekedar mengirim pesan singkat, tapi itu semua tidak dia lakukan. Dia sama sekali tidak menghubungi ku atau sekedar memberi kabar pun tidak. Tapi satu bulan lamanya aku menunggu, tiba-tiba hanphone ku berbunyi bertanda pesan masuk, tanpa berbasa-basi langsung ku bukan pesan itu dan ku baca. Aku berharap Juna yang sms aku saat ini, benar dugaan ku ternyata Juna yang sms aku.
            “Hy Kasih apa kabar?”. Isi pesan dari Juna
            Aku pun tak ragu untuk membalas pesan dari Juna.
            “Kabar ku baik, kabar kamu bagaimana?”. Jawab ku basa-basi
“Boleh tidak kapan-kapan kita bertemu lagi, tapi kalau kamu mau dan tidak sibuk?”.
                        Tanyanya.
                        “Hmm boleh banget, kapan?”. Tanya ku balik
                        “Bagaimana Sabtu malam ini, bisa?”. Tanyanya.
                        “Oke, sampai ketemu nanti malam”. Jawabku.
Saat setelah aku dapat pesan darinya kenapa hat ini begitu senang seakan-akan aku sedang jatuh cinta. Cinta, apa mungkin ini cinta. Oh Tuhan, apa benar aku jatuh cinta pada Juna, kalau benar ini perasaan cinta, tapi mengapa harus dengan Juna orang yang baru aku kenal. Dan aku pun langsung menepis semua persaan ini.
Tepat jam empat sore aku mulai memilah dan memilih baju apa yang mau aku pakai nanti malam untu bertemu dengan Juna, aku mau Juna terpesona melihat melihat ku malam ini. Aku pun langsung mengeluarkan koleksi baju-baju terbaik ku tapi rasanya baju yang ku punya sudah ketinggalan zaman, maklum aku bukan tipe perempuan yang mengikuti perkembangan pashion saat ini. Setelah ku pilih-pilih akhirnya pilihan ku jatuh pada baju dress berwarna cokelat muda, dan dilengkapi dengan ikat pinggang yang mempermanis dress ini. Waktu pun berjalan begitu sangat cepat sudah jam tujuh tepat aku mulai berdandan dan mengenakan pakaian yang ku pilih tadi dan menggunakan sepatu berhak tidak terlalu tinggi dengan warna senada dengan baju yang ku kenakan. Setelah itu aku mulai merapihkan rambutku, sengaja aku biarkan rambut ku terurai lepas, agar terlihat lebih natural dan tak lupa juga aku memakai lipp gloss untuk menambah percaya diriku.
Tak lama kemudian terdengar suara orang yang mengetuk pintu depan rumah ku, itu ternyata Juna. Hati ku sunggu sangat senang bercampur malu, karena aku baru pertama kali keluar rumah pada malam hari dan malam pula.
            “Kamu cantik sekali Kasih?”. Puji Juna.
            Dengan wajah memerah aku pun langsung menjawab
“Terimakasih Juna!!”. Jawab ku singkat, karena aku bingung  harus mengatakan apa.
Lalu kami berdua langsung berpamitan pada orang tua ku dan kami langsung pergi. Setelah kami memasuki mobil dan Juna langsung menyalahkan mesin mobil lalu kita mulai pergi. Seketika rasa senang ini langsung menyelimuti hati ini apa lagi saat Juna memutarkan sebuah lagu yang super-super romantis. Lampu merah pun terasa cepat sekali berubah warna menjadi hijau kalau aku lewatkan semua ini dengan Juna.
Kami pun di sebuah lestoran siap saji dan kami langsung duduk dan memesan beberapa makanan dan minuman. Juna pun memulai pembicaraan.
“Kasih sebenarnya aku sudah lama memperhatikan kamu, tapi aku malu untuk berkenalan dengan mu”. Kata Juna.
“Lah kamu malu kenapa Juna aku orangnya engga sombong ko..hee!!!”. jawab ku untu memecahkan ketegangan saat ini.
Cukup lama kami bercerita, sampai tak terasa waktu sudah sangat larut, ini tandanya aku harus cepat pulang. Dan kami pun bergegas untuk pulang.
Sesampainya di rumah kenapa perasaan ku tak karuan seperti ini, hati ku sangat teramat senag semua ini seperti mimpi bagi ku, tapi mimpi yang begitu sangat nyata.
Setelah pertemuan itu kami makin sering bertemu dan semua ini berjalan cukup lancar. Mulai dari pertemuan pertama hingga sekarang. Yang aku rasa Cuma rasa senang dan nyaman ketika berada didekatnya.
Tapi setelah kamikenal sekitar enam bulan lamanya, tiba-tiba ada yang berubah dari sikap Juna, dia begitu sangat berbeda dari yang ku kenal, sekarang dia menjadi seorang lelaki yang sangat egois, mudah marah dan sudah tidak perhatian lagi. Entah apa yang merasuki jiwanya sehingga dia bisa tega berbuat itu pada ku.
Karena aku merasa penasaran mengapa dia bisa berbuat seperti ini, akhirnya aku mulai mencari informasi tentang dia dari beberapa temannya yang ku kenal. Pada awalnya mereka semua tidak mau bercerita siapa juna itu sebenarnya, tapi aku terus mendesak mereka dan setelah aku mendesak mereka, akhirnya mereka bercerita semua tentang Juna pada ku.
Setelah mereka semua bercerita, aku menangkap satu kesimpulan bahwa Juna itu sudah mempunya seorang istri. Pada saat aku mengetahui bahwa Juna sudah mempunyai seorang istri, betapa sakit hatiku, aku sangat malu pada diri ku sendiri, aku merasa menjadi orang yang paling bodoh, mau saja aku dipermainkan seorang lelaki yang tidak jelas asal usulnya.
Hati ku begitu sangat hancur, orang yang begitu ku sayangi, aku percaya tega berbuat seperti ini pada ku. Untuk saat ini aku hanya bisa berharap semoga kisah asmara ku ini tak akan terulang lagi...

---------TAMAT-----------

            

1 komentar:

pulpenamiami mengatakan...

ikhh sadis juga si juna,hee :p
sama kaya si masu,hahaa....