2013/06/30

CERPEN CERITA CINTA



Cintaku Nusantaraku
(Tuti Apriliyani)

Masjid Islamic Center Tajung Priok, siang ini suasananya yang sangat panas. Aku pun langsung turun dari angkot 106, angkot yang telah mengantarkan aku dari terminal Tanjung Priok sampai ke Masjid Islamic Center.
“Ficka rumahnya yang mana?” Tanya ku kepada keponakanku 
“Pokoknya yang gerbangnya yang warna hijau dan pas di tikungan dan namanya sekolah….Sambil garuk-garuk kepala “Ficka lupa nama sekolahnya mba”
“Terus gimana dong” kata ku
“Gak papa mba nanti Ficka tau ko kalau udah nglewatin”
            Hmmm dari pada panas-panas begini kita langsung pulang ke rumah mending mampir dulu aja ke masjid Islamic Center lagian kan ini waktunya shalat dhuhur, jadi kita shalat dhuhur aja di masjid Islamic ini, setelah shalat nanti kita minta jemput aja sama mama kamu Fic? “Ok deh” jawab Ficka.
            Kita pun langsung mengambil air wudhu ke tempat wudhu. Masjid yang begitu besar dan tanpa tiang, tempat wudhunya pun sangat besar, sangat membingungkan untuk yang baru pertama kali ke masjid ini. Kita pun segera shalat dhuhur karena imam pun sudah mulai takbirratul ihram.
            Selesai shalat kita pun segera membereskan barang bawaannya dan menelphon mamanya Ficka suruh jemput kita di Masjid Islamic, “dari pada naik becak mending minta jemput aja lagian kan ada motor nganggur”, pikir saya. Ficka pun menelphon mamanya. Tapi kini mamanya Ficka tidak bisa jemput karena sedang sibuk dengan pekerjaannya, akhirnya kita pun naik becak supaya muat berdua dan bisa bawa barang-barang dari pada ojek muatnya Cuma satu orang dah itu gak bisa bawa barang lagi.
            kita pun naik becak, jalannya yang sangat pelan karena jalanannya pada bolong, sehingga sampai ke tempat tujuan kini memakan waktu satu jam. Di sepanjang perjalan Ficka pun mencoba mengingat-ingat rumahnya, akhirnya sudah sampai lima belas menit ia mengingat-ingat ia pun jadi ingat. Oh ya mba namanya itu Sekolah Nusantara, dan aku pun langsung bilang ke      abang becak, SMK Nusantara ya bang?.
Sesampainya di SMK Nusantara  aku pun langsung menurunkan barang-barang bawaannya dan aku bawa sendiri, sedangkan Ficka bawa tas mungilnya yang dari tadi berada di punggungnya. Ficka pun langsung lari karena ia pingin cepat-cepat bertemu ibunya dan adiknya yang sangat lucu.
“Ficka, Fickaaaaaa” kata ku sambil triak, karena aku belum tau jalannya, Ficka pun tidak menghiraukan ia malah lari dengan cepat.
Di depan kantor guru kini ku lihat ada seorang pemuda yang sedang duduk di kursi dan memakai kaos hitam, berbadan tinggi, putih dan tampaknya ia sedang mendengarkan music karena di telinganya ku lihat ada headset. Karena Ficka meninggalkan aku dan aku tidak tahu kantinnya yang mana akhirnya aku pun mencoba bertanya kepada pemuda itu.
“Maaf ka mau tanya kantin di sekolah ini mana ya? Tanyaku.
“Lurus terus aja nanti pas ada belokan sebelah kanan kamu belok aja” jawabnya. Aku pun langsung jalan ke arah yang dikatakan pemuda itu tadi.
Waktu pun berjalan sangat cepat, tiba-tiba sudah jam lima sore, perasaan baru berbincang-bincang dengan keluarga, orang-orang yang bekerja di sekolah ini pun mulai pada minta makan dan kini aku dan tante ku mulai sibuk menyiapkan makanan.
Ketika aku nganterin makanan ternyata itu pemuda yang tadi sedang duduk di depan ruang guru. Dan dia pun langsung menegur aku dan mengulurkan tangannya, hmmm mau tidak mau aku pun juga mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, hanya menyebut namaku dan namanya aku pun langsung pergi untuk membantu tante.
Ali nama pemuda itu, dan aku pun menanyakannya kepada tante
“Ali itu kerja di sekolah ini?”
“Gak, dia mah asisten guru sini dan anak kesayannya guru juga” jawab tante
“Tapi kan ini hari libur kenapa dia masuk?” kata ku
“Iya, di suruh Bapak kepala sekolah kan beliau juga hari ini masuk”
Selesailah pemuda itu makan, kebetulan aku sedang menonton tv di ruang tv dia pun langsung bilang makasih mba Uti. Eh tiba-tiba tante yang jawab sama-sama mas Ali, “Ali ko tau namanya Uti” kata tante kepada Ali
“Tau dong aku kan punya indra keenam hehe” jawab Ali
            “Bohong dah tan orang kita sudah kenalan tadi hehe” kata ku
Setelah beberapa lama kemudian Ali pun pergi dan tante ku selalu bilang “kayanya ada yang lagi  pdkt nih”
“apaan si tan bilang makasih aja masa pdkt” kata ku sambil nada sedikit marah
“Gak papa ti, kan dia itu ganteng, tinggi, putih kaya lagi hehe cocok tau ti untuk kamu” kata tante
“Yaelah tan cocok dikira aku nyobain baju, tante aja kalau tante mau sama brondong hehe” samnbil pergi ke kamar mandi.
Hari ini, hari Sabtu dan tepatnya malam minggu. Hari yang membosankan tidak pergi kemana-mana, yang biasanya aku pergi bareng bersama temen-temen SMP, kini di Jakarta belum ada temen sama sekali, hmmm maklumlah baru tiga hari di Jakarta, pikirku. Aktivitas di malam minggu ini hanya menonton tv bareng sama ponakan, om dan tente.
Mungkin karena orang menganggapnya rumah ini hanya kantin di dalam sekolah padahal kantin ini tidak hanya berupa kantin tetapi untuk tempat tinggal juga bisa disebut juga dengan rumah J. Rumah yang biasanya tidak ada tamu di malam hari, malam minggu tepat pada pukul delapan malam kini telah ada yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Tente pun segera menjawab salam tersebut dan bilang buka aja gak di kunci, tamu itu pun segera membuka pintunya dan langsung berkata Utinya ada tan?
Oh Ali toh ternyata kirain tamu siapa malam-malam, ada nih lagi nonton tv
Aku pun langsung nyamperin, dan berkata ada yang bisa saya bantu?
Ali pun menjawab dengan senyum. Senyumnya ya ampun manis banget kata ku dalam hati
Dan akhirnya kita pun ngobrol bersama.
            Semenjak malam minggu itu aku jadi kenal lebih dekat dengan Ali, gak disangka ternyata tidak hanya fisiknya yang bagus tapi hatinya pun juga bagus. Malam minggu yang tadinya menjenuhkan tapi kini telah berubah. Aku pun sangat bangga dengan diriku sendiri karena ada yang bisa diajak curhat baik sedang susah maupun senang J

1 komentar:

Ruang Kata-kata mengatakan...

Tambahkan deskripsi yg kuat, konflik dan klimaks juga blm nampak. Lanjutkan! hehe