Hari Ini di SMS
Pagi ini sekitar pukul 06.15, aku lari pagi bersama ketiga temanku. Kami lari
menuju mall besar yang ada di dekat daerah rumah kami. Jaraknya yang tidak
begitu jauh sehingga kami memutuskan untuk lari pagi mengelilingi mall itu
saja. Namanya Summarecon Mall Serpong orang biasa menyebutnya hanya dengan kata
SMS. Banyak orang berkunjung atau lari pagi kesini, parkiran mall ini juga
biasa dipakai untuk tempat shalat idul fitri atau pun idul adha setiap tahunnya.
Suasana masih sangat sepi sekali, hanya ada aku dan
ketiga temanku dan terlihat dua orang bapak-bapak yang sedang senam kecil di parkiran.
Pagi ini belum ada mobil ataupun motor yang mengisi halaman parkir mall ini.
Aku hanya melihat toko makanan yang berada di luar mall dengan pintu besar yang
di atasnya bertuliskan “Tutup”. Serta kursi-kursi yang masih kosong tanpa ada
seorang pun yang mendudukinya dan
meja-meja yang di atasnya haya terdapat
menu makanan saja. Lampu-lampu pun tak begitu banyak yang menyala. Itulah yang
kulihat di bagian pintu utara mall ini.
Kemudian aku dan temanku berlari menuju belakang mall.
Mall ini memang sangat besar dan luas sehingga parkirannya pun berada
dimana-mana. Suasananya berbeda sekali sekali dengan keadaan di depan pintu
utara tadi. Di sini sudah banyak gerobak-gerobak berjejeran di pinggir trotoar
di seberang bunderan di belakang mall. Dari mulai tukang bubur ayam, ketupat
sayur, ketoprak dan lain-lain. Apa lagi jika sore
hari masih banyak lagi pedagang di sini, karena karyawan yang bekerja di
mall ini mereka suka membeli makanan di sini. Ku lihat jam tanganku ternyata
sudah pukul tujuh. Akhirnya aku dan ketiga
temanku memutuskan untuk istirahat dan membeli bubur ayam yang berada di
tengah-tengah antara tukang ketupat sayur dan ketoprak.
Kami makan sambil berbincang-bincang hingga tak terasa
matahari sudah benar-benar menunjukkan sinarnya. Ternyata sudah pukul setengah delapan. Pembeli lain pun mulai
brdatangan untuk membeli sarapan di tempat ini. Aku dan ketiga temanku membayar
bubur lalu berjalan kembali untuk pulang. Kebetulan ini hari minggu, pada saat makan bubur tadi kami berbincang-bincang
dan berniat akan pergi belanja bersama ke mall tersebut sore nanti. Kami berencana akan membeli baju di salah satu Department
Store yang ada di mall itu. Saat perjalanan pulang kami pun kembali melewati
halaman pintu utara mall, kali ini aku melihat ada seorang tukang sapu yang
sedang membersihkan jalanan menuju pintu mall. Dan pintu mall pun sudah agak
terbuka sedikit. Lalu kulihat kearah parkiran mobil ternyata sedang ada senam
bersama di sana dan kedua bapak yang kulihat tadi ikut serta dalam senam
tersebut.
Alunan musik Bruno Mars yang berjudul move on membangunkan
tidurku. Hampir saja aku melupakan janji yang telah aku buat pagi tadi untuk
pergi bersama ketiga temanku sore ini. Setelah
semua siap, aku dan temanku pun bergegas pergi, kali ini kami tidak berlari
atau pun berjalan kaki. Kami menaiki angkot berwarna biru dan kuning untuk
sampai ke mall itu dengan ongkos hanya Rp. 2000-, saja. Kami turun di pintu
utara yang kami lewati pagi tadi. Pemandangan
pun sudah sangat berbeda, banyak orang yang berlalu lalang kesana dan kemari
ada yang hendak pulang ada juga yang baru datang seperti kami. Sebelum menuju
pintu mall kami melewati parkiran motor yang sangat luas dan sudah berjejer
dengan rapih motor-motor dengan berbagai merk. Namun motor-motor besar di
parkir secara terpisah yaitu di depan halaman mall. Hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai di sini.
Sebelum masuk mall, di depan pintu sudah berdiri
seorang satpam yang siap memeriksa tas-tas para pengunjung mall. Setelah tas
diperiksa kami langsung naik ke lantai dua dengan menggunakan ekskalator menuju
Department Store namanya Star kulihat nama itu terpampang jelas dengan background
berwarna merah dan tulisannya berwarna putih dengan lambang bintang diakhir
huruf R nya. Kami masuk disambut oleh perempuan cantik, tinggi yang menggunakan
baju seragam berwarna merah dan rok mini berwarna hitam senada dengan warna
stocking dan pantopelnya. SPG ini semakin cantik karena rambutnya yang
disanggul dan make up yang tidak berlebihan, serta ucapan selamat datangnya
yang sangat sopan dan lembut juga senyumannya yang manis.
Kami pun mulai memilih-milih baju yang kami suka. Aku memisahkan
diri dengan teman-temanku. Aku melihat-lihat baju di stand pria, tidak sengaja
aku bertemu dengan pria tinggi , putih memakai seragam sama seperti SPG yang
ada di depan tadi. Rambutnya masih keriting seperti dulu, dia adalah temanku. Sudah
setahun kami tidak bertemu. Namun karena dia
sedang menjaga stand akhirnya kami pun hanya bertukaran pin BB saja untuk
melanjutkan komunikasi. Dan aku pun melanjutkan memilih baju yang aku suka di
stand yang lain.
Aku dan ketiga temanku membuat perjanjian pukul tujuh nanti kami bertemu di bagian stand
sepatu. Namun karena aku yang lebih dulu selesai maka sebelum pukul tujuh aku sudah ada di tempat yang telah kami
tentukan. Tak lama ada seorang pria menghampiriku, ya dia adalah temanku yang
tadi. Dia sedang istirahat, dan sambil menunggu ketiga temanku aku memutuskan
untuk keluar terlebih dahulu dari tempat ini dan menuju tempat makan yang ada
di lantai tiga bersama si keriting ini. Aku langsung menghubungi salah satu
temanku agar menyusul ke tempat makan. Perbincangan ku pun sudah agak banyak
bersama pria ini. Namun sudah pukul delapan
ketiga temanku tak kunjung datang. Tidak lama kemudian mereka datang dengan
membawa jinjingan plastik di tangan mereka yang berisi baju dan sepatu. Pada
saat mereka datang teman priaku pun berpamitan untuk melanjutkan pekerjaannya. Namun
aku masih tetap disini karena harus menemani mereka makan.
Tempat makan ini sangat penuh dengan pengunjung dari
mulai anak-anak, dewasa, ibu-ibu, bapak-bapak bahkan kakek dan nenek pun ada. Saat
mereka makan aku hanya memesan jus alpukat kesukaanku. Sambil terus melihat jam
ternyata sudah pukul sembilan dan angkot pun
sudah tidak beroperasi sejak pukul delapan tadi.
Selesai makan sekitar pukul setengah sepuluh
kami bergegas untuk pulang menuruni ekskalator yang berada tak jauh dari tempat
makan kami. Aku melihat tempat makan di luar mall semakin ramai dengan pembeli.
Tentu saja ramai tempat ini biasa digunakan oleh para pengunjung untuk sekedar
ngopi bahkan nonton bersama bila ada pertandingan bola. Padahal pagi tadi aku hanya melihat kursi kosong dan meja
kosong saja, tapi sekarang meja itu sudah di penuhi berbagai jenis makanan dan
kursi-kursi sudah terisi oleh penikmat makanan itu. Karena sudah sangat malam dan angkot pun sudah tidak ada,
akhirnya kami pun memutuskan untuk naik ojeg yang berada di seberang mall di
dekat lampu merah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar