2013/03/29

Autobiografi Neneng Khoirunnisa

Saya seorang gadis yang berjilbab yang lahir pada tanggal 15 Desember 1993, saat ini saya masih berusia 19 tahun. Nama lengkap saya Neneng Khoirunnisha, tapi biasa di panggil dengan sebutan “Anis”. Entah kenapa, orang tua saya sendiri dari saya kecil hingga saat ini beliau tidak pernah memanggil nama saya dengan nama asli saya. Maka dari itu, saya merasa asing apabila ada seseorang yang baru kenal saya memanggil saya dengan sebutan “Neneng” kebanyakan guru atau dosen saya yang belum kenal dengan saya, kalau teman  sekolah, teman rumah dan teman terdekat memanggil saya dengan sebutan “Anis”. Saya tinggal di Tangerang Selatan Ciputat, saya lulusan dari SDN Sawah Baru II Ciputat, MTS Al-fitriyah Bogor, MAN 1 Bogor, saya juga lulusan Pondok Pesantren Al-Furqon 2 Bogor.
Saya sekarang kuliah semester  empat  jurusan sastra Indonesia di Universitas Pamulang  kota Tangerang. Jujur dari dulu saya menginginkan sosok pendamping hidup yang pintar mengaji terutama dalam membaca Alqur'an. Dan pada saat ini, saya memiliki seorang pacar nama lengkapnya yaitu "Muhammad Firdaus" saya mengenalnya di awal tahun 2010 hingga tahun 2013 ini saya masih bersamanya, awal mula saya mengenalnya ketika ada acara fena ensil di SMA. Pada acara pembuka dalam acara itu yaitu pembacaan ayat suci Alqur'an yang akan di bacakan oleh Muhammad Firdaus, ketika pembacaan ayat suci Alqur'an itu di mulai, pada saat itu saya sedang berada di depan gerbang sekolah  bersama teman-eman geng saya, ketika ayat suci Alqur'an itu di lantunkan, saya merasa menikmati lantunan dari ayat suci Alqur'an tersebut dan langsung membuat saya merinding. Tapi saya tidak pernah tau siapa yg sedang melantunkan ayat Alqur'an tersebut.
 Minggu-minggu sebelum acara fena ensil di laksanakan, saya selalu bertemu dengan seseorang yang sangat familiar di ingatan saya, karna setiap saya berada saya selalu melihat wajahnya, sehingga membuat saya hafal dengan wajahnya ciri-ciri orang itu, jangkung, putih, wajahnya mulus, dan selalu memakai topi karna rambut nya mempunyai jambul yang tipis. Dan ternyata orang yang saya sering lihat itu adalah orang yang pernah saya dengar suaranya ketika acara fena ensil di sekolah. Saya merasa bangga dengan dia, selain pintar dalam membaca Alqur'an dia juga memiliki berbagi prestasi, diantaranya : 1. Purna Paskibraka Prov. JABAR . 2. Jenesys Programe (Japan, Matsuyama, Ehime) dll, dan pada akhirnya saat ini saya dengannya sedang menjalin hubungan khusus J dari tahun 2010 hingga 2013.
Disamping saya kuliah juga saya bekerja, saya bekerja di salah satu restoran jepang yang cukup terkenal yaitu “Takigawa” terletak di daerah Bintaro Jaya Sektor 7,  saya bekerja disana sekitar 10 bulan, owner saya yaitu Revalina S. Temat. Selama saya kuliah sambil bekerjapun itu tidak membuat kuliah saya berantakan selagi saya masih menjalaninya dengan baik. Disamping saya bekerja di Takgawa, saya juga mengajar privat mengaji serta agama di perumahan Bintaro Sektor 9, mengajarnya hanya satu minggu sekali dalam satu jam jadi tidak terlalu memakan banyak waktu. Saya bekerja untuk meringankan beban kedua orang tua saya, karna hal yang saya inginkan hanya “membuat mereka bangga” J. Terimakasih , dan sekian J

2013/03/27

AUTOBIOGRAFI

Secoret Tentangku 

Nama saya  AYU SAFITRIA, saya lahir di Tangerang, 28 Maret 1993, Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, Ayah saya bernama Darmo dan Ibu saya bernama Siti Junaenah. Ayah saya adalah seorang wiraswasta dan Ibu saya adalah seorang perawat home care dari yayasan Kanopi. Adik Saya seorang laki-laki yang bernama Muhamad Gusnadi, adik saya sekarang sudah duduk di kelas 2 SMA. Tempat tinggal saya saat ini di Jalan Abdul Fatah, Desa Cibitung Tengah RT 04/01 No. 14, Kecamatan Tenjolaya, Kota Bogor.
Pada umur 6 tahun Saya memulai pendidikan di jenjang SD Negeri Pondok Benda 1, yang berada di Jalan Siliwangi, Pamulang dan selesai pada tahun ajaran 2004/2005 kemudian saya melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu di SMP Negeri 1 Tenjolaya dan lulus pada tahun 2008 dan melanjutkan di SMA N 1 Ciampea dengan program studi Ilmu Pengetahuan Alam hingga lulus pada tahun 2011. Selama menempuh pendidikan SMP hingga SMA saya pun dibekali dengan pendidikan agama di pesantren Sirojul Athfal. Selama Setelah itu saya melanjutkan pendidikan saya di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Tangerang Selatan yaitu Universitas Pamulang pada fakultas sastra dan pada jurusan sastra Indonesia. Hingga kini saya menjadi mahasiswa Universitas Pamulang semester 4.
Selain menjadi seorang mahasiswa, saya juga aktif dalam program-program yang di dalam jurusan Sastra Indonesia seperti panitia pada acara pelatihan jurnalistik “Couching Jurnalisme Warga Wide Shot Metro Tv 2013” dan aktif dalam “Sanggar Sastra” serta program-program Sastra Indonesia Universitas Pamulang lainnya. Di samping itu, saya juga memiliki hobi menulis sejak SMP, hingga kini tulisan saya seperti puisi dimuat dalam mading sekolah semenjak SMA dan mading kampus Sasindo.

agusahmadsalimzajar@blogger.com

Nama saya AGUS AHMAD SALIM ZAJAR. Berjenis kelamin laki-laki dan lahir di Brebes  pada tanggal 01 Mei 1990 dari pasangan Bapak Muhammad Sofwan Tarsyudi  dan Ibu Sriyanti. Dan kami tinggal disebuah tempat yang berada di daerah Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Sekilas tentang riwayat pendidikan saya yaitu saya bersekolah tingkat dasar di MI Islamiyah dan melanjutkan ke sekolah menengah di MTs Al Falah yang merupakan yayasan milik sendiri beserta pondok pesantren Al Falah, kemudian melanjutkan sekolah menengah atas di MA Al Falah. Hanya berlanjut satu tahun kemudian saya berpindah sekolah ke MASS (Madrasah Aliyah Salafiyah Safiiyah) yang bersamaan dengan pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Setelah lulus saya melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi swasta di Tangerang Selatan yaitu Universitas Pamulang dengan mengambil program studi Sastra Indonesia pada fakultas Sastra di UNPAM ini.
Sebelum saya melanjutkan ke Universitas Pamulang, sebelumnya saya berpindah-pindah kampus diantaranya UPS Tegal dengan memilih program studi BK (Bimbingan Konseling), STAIBN Slawi memilih jurusan Pendidikan Agama, UNIKAL Pekalongan memilih program studi Kesehatan Masyarakat, STAIN Purwokerto dengan memilih program studi Pendidikan Agama Islam, selanjutnya berpindah ke perguruan tinggi yang berada di Jakarta yaitu BSI Ciputat dengan memilih jurusan Menejemen Informatika kurang lebih satu semester dan kemudian berpindah kembali ke Al- Hikmah di daerah Mampang, Jakarta Selatan setelah itu berpindah kembali ke BSI Cipulir pada program studi Broadcasting dan akhirnya  menetap di Univesitas Pamulang hingga sekarang duduk di semester 4.
Hobi saya bermusik, selain bermusik saya sering mengisi di sejumlah acara yang mengundang grup band saya. Musik bagi saya merupakan hal yang membuat saya lebih bersemangat. Sejak kecil saya bercita-cita menjadi seorang musisi dan pencinta seni. Selain bermusik, saya juga aktif pada kepengurusan Pondok Pesantren yang hingga kini masih berdiri dan merupakan Pondok Pesantren milik keluarga besar saya.

AUTOBIOGRAFI Agnes Lidya



AUTOBIOGRAFI
                                                                                                                       
Agnes Lidya lahir di Tangerang pada tanggal 1 Febuari 1993. Selepas dari SMK Al- Amanah Pocis pada tahun 2011, saya meneruskan belajar ke UNPAM (Universitas Pamulang) pada Jurusan Sastra Indonesia. Mulai tahun 2011 hingga sekarang saya menjadi mahasiswa di UNPAM. Sekarang saya sudah semester 4.
Saya tinggal di Serpong bersama Orang Tua, Ayah  bernama Komarudin, Ibu bernama Tini Sutini dan adik-adik saya yang bernama Azhar Maulana dan Aisya Ramadha yang kini masih duduk di bangku Sekolah SMP dan SD.
Sekarang saya kuliah di UNPAM karena sudah menjadi pilihan dari awal. Disana saya mengambil Jurusan Sastra Indonesia, karena saya ingin mengetahui tentang Sastra yang lebih luas lagi, ternyata masuk Jurusan Sastra itu sangat menyenangkan sehingga memotivasi saya untuk semangat belajar, awalnya saya tidak tahu Sastra Indonesia belajar tentang apa, tetapi setelah saya sudah menjadi mahasiswa di UNPAM saya menjadi tahu bahwa belajar Sastra Indonesia banyak pengetahuan-pengetahuan yang luas.
Pilihan saya memang sudah tepat memilih Jurusan Sastra Indonesia karena saya senang membaca dan menulis. Saya senang menulis ketika masih duduk di SD dan sampai sekarang. Selain itu saya senang membuat puisi, sehingga saya mempunyai beberapa puisi yang telah saya buat berupa karya saya sendiri. karena membuat puisi bahasanya terikat, itupun menjadi motivasi saya untuk belajar membuat puisi.
Belajar Sastraa banyak pelajaran yang sangat penting, Sastra belajar tentang bahasa, karya tulis yang jika di bandingkan dengan tulisan, selain itu Sastra juga mempelajari tentang kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia selain itu Sastra juga mempelajarai tentang sastra lisan dan sastra tulisan  yang mempunyai peranan terpenting dalam sejarah perkembangan kesusastraan indonesia. Sehingga mahasiswa lebih mengetahuinya.










Autobiografi

Menceritakan diri saya sendiri,saya itu orangnya simple aja sih,nggak neko_neko.banyak yang bilang pendiam,pendiamnya saya katanya nganyelin/nyebelin,gimana coba.memang cara bergaul saya tidak terbuka,bicara seperlunya saja,jika penting.gak suka curhat sama temen_temen,entah ada msalah apa.saya orangnya ngalahan.tp bukan berarti kalah.gak suka milih2 temen,si kaya si miskin,ganteng,cantik,buruk,sama aja sih,semua bisa menyikapi.jujur saya orangnya tidak mudah untk menyesuaikan diri.lambat dngan seiring berjalanya waktu.slow.. udah itu aja sih..:D

-Gatot Sanyoto-

Tuti autobiografi


My life
Namaku Tuti Apriliyani aku lahir di Jawa Tengah, Pemalang 22 April 1992. Aku anak pertama dari dua bersaudara, selisih usiaku sama adikku 13 tahun, aku mempunyai adik waktu saya kelas satu SMP.
Dahulu saya tinggal bersama kedua orang tua, saya sangat dekat dengan ibu, sehari-hari saya selalu bersama ibu. Saya selalu dimanja sama ibu apapun yang saya inginkan pasti ibu turuti walaupun saya tidak minta, ibu selalu membelikannya, berbeda dengan Bapak, Bapak itu sifatnya keras tidak pernah memanjakan anak karena Bapak ingin anaknya mandiri, sekeras-kerasnya sifat Bapak alhamdulillah Bapak tidak ringan tangan, hanya dengan mulut Bapak menasehati. Saya tinggal di pedesaan, dengan nama Desa Wanarata, sayapun tinggal di rumah yang sangat-sangat sederhana bangunannya pun masih memakai triplek, lantainya masih tanah. Terkadang saya malu ketika saya sedang berhadapan dengan orang kaya, saya merasa malu karena rumah saya yang masih terbangun dengan triplek. Saya sekolah di MIN Bantarbolang, setiap ada zakat fitrah saya selalu dikasih beras sama pihak sekolah sebenarnya dalam hati aku bicara “kenapa aku selalu dapat bagian dari zakat? Apakah karena aku orang miskin?” sebenarnya dalam diriku ini ada perasaan malu dan sedih, tetapi ketika saya melihat ada teman yang dikasih bagian dari zakat juga hatiku merasa lega tidak ada kata sedih dan malu lagi. Saya selalu berdoa supaya rumah orang tuaku ini dibangun memakai batu bata, Alhamdulillah hari demi hari Bapak mendapatkan rezeki dari Allah SWT, dan akhirnya Bapak bisa membangun rumah dengan hasil kerjanya itu, bangunannya cukup luas, bagus, dan tinggi. Saya sangat bangga sekali dengan adanya rumah baru pas itu saya sudah kelas lima MI, setelah lulus dari MI sayapun mendaftar ke sekolah SMP Nurul Salam bersama teman-teman MI Alhamdulillah semuanya diterima semua. Saya bersahabat dengan lima orang, kemana-manapun kami selalu ber-enam susah senang kami selalu bercerita, ketika kenaikan kelas tiga SMP kami selalu bercerita tentang bagaimana nanti setelah lulus SMP? Mau kemana?, Saya, nurul dan tia berencana mau menjadi baby suster atau mau kursus menjahit, widia dan rohyati ingin melanjutkan ke SMA sedangkan azizah mau ke pesantren. Dengan berjalannya waktu, ketika mau UN Bapak membicarakan tentang pendidikanku lewat telefon kebetulan waktu itu Bapak sedang di Jakarta “mau kemana setelah lulus?” kata Bapak, aku menjawab “insaallah mau kerja”, “jika melanjutkan sekolah lagi mau apa tidak?” kata Bapak, aku menjawab dengan senang hati “mau banget pa”, “kalau melanjutkannya di Jakarta?”, akupun terdiam aku bingung harus jawab apa soalnya aku kan belum punya teman di Jakarta sedangkan aku sifatnya sangat pemalu, Bapak pun bertanya lagi kenapa diam? Bapak nyuruh kamu sekolah di Jakarta itu bukannya Bapak, kamu suruh jauh dari orang tua, karena jika sekolah SMA di kampung itu untuk sehari-harinya butuh biaya banyak buat ongkos, Bapak tidak sanggup untuk biaya sehari-hari Bapak sanggup biaya perbulannya saja, kemudian saya pun menjawab “iya pak saya mau sekolah di Jakarta dari pada tidak sekolah sama sekali”.      
Setelah lulus SMP saya pergi ke Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari kampung saya di jemput sama om karena saya tidak pernah jauh sama ibu sepanjang perjalan ke Jakarta saya menangis terus menerus sampai tujuan pun saya masih menangis. Setelah sampai di Jakarta Bapak telefon saya, Bapak selalu menyemangatin saya “tidak usah menangis jika kamu ingin berhasil kamu harus sekolah, walaupun jauh dari orang tua, kamu jangan sampai nasibmu seperti kedua orang tuamu, Bapak akan bekerja keras untuk sekolah kamu nak?” aku pun masih nangis tapi dalam hatiku bertanya, bahwa saya harus betah sekolah di Jakarta aku akan membahagiakan kedua orang tuaku dan insa allah aku akan menyekolahkan adikku hingga pendidikan yang lebih tinggi. Setelah bulan Juni 2008 saya daftar sekolah dan kebetulan jarak dari rumah ke sekolah sangat dekat dengan berjalan kakipun sampai, setelah daftar berapa minggu kemudian ospek Alhamdulillah saya langsung akrab dengan teman. Saya di Jakarta tinggal bersama tante, tante saya bekerja di sebuah kantin, dan kami pun tempat tinggalnya di dalam sekolah. Sehari-harinya saya selalu membantu tante jualan dari pagi sampai jam duabelas siang, dan jam satunya saya sekolah. Saya sekolah setiap hari masuk siang dari jam satu siang sampai jam setengah enam sore, setelah pulang sekolah sayapun selalu membantu tante jika masih ada yang harus diberesin, setelah semuanya selesai sayapun mengerjakan apa kewajiban seorang pelajar yaitu harus belajar. Saya sekolah SMK mengambil jurusan jurusan AP (Administrasi Perkantoran), waktu kelas dua ada latihan kerja yang namanya PKL, sayapun PKL di PT. PERSERO sebulan dan PT. ADPEL sebulan. Di dua PT tersebut saya sangat senang sekali karena pekerjaannya tidak begitu capai. Setelah UN pun saya ingin melamar kerja bersama teman-teman tetapi karena saya belum punya KTP saya tidak bisa melamar kerja karena persyaratannya harus ada KTP, akupun sedih karena teman-teman sudah pada nyari kerja saya sendiri yang belum. Minggu kedua sesudah UN om yang dari tangerang main ke Tanjung Priok, dan om bicara sama saya “ tuti nanti kalau sudah lulus kuliah di UNPAM saja yang dekat dari rumah om”, saya sangat bahagia sekali om saya nawarin supaya aku kuliah yang dekat rumahnya, padahal tidak ada rencana sama sekali kalau aku akan melanjutkan ke Universitas. Akhir bulan Juni saya mulai tinggal di Tangerang Selatan dan akhirnya saya mendaftar di UNPAM mengambil jurusan Sastra Idonesia.
  




                                                

Latifah Autobiografi

Dalam sehelai kertas, ku tulis dengan ketikan pena. Yang bisa disebut tak pernah ada hentinya membuat sesuatu hal-hal yang baru.                                                                               Alkisah, ini adalah sebuah cerita nyata dalam kehidupanku sehari-hari. Aku adalah anak ke 7 dari 8 saudara, lumayan banyak juga yah?!! Hehehe. dari keluarga super sibuk, maklum rata-rata keluarga mamah dan abah mempunyai usaha sendiri-sendiri dan usahanya membuat anak-anaknya turun tangan untuk membantu mereka. Ya, bisa dibilang itu rutinitas tambahan dalam kehidupan sehari-hari anak-anaknya terutama aku sebagai gadis yang tinggal satu-satunya di rumah.
Sampai anak-anaknya tak ada waktu untuk bermain bersama teman-temannya. Jika sedang melihat atau sedang melamun. Ya, suka sedikit iri sih sama anak-anak yang sederajat sama aku, seringkali bermain sampai tak ada batasan waktu bermain. Hmmmm….
Ketika aku menyadari, bahwa perjuangan dan kasih sayang mereka terhadap anaknya dari hasil kerja keras, banting tulang, mengeluarkan tenaganya setiap detik dari pagi sampai sore atau jika ada tambahan bekerja itu bisa sampai malam ia bekerja, dan itu hanyalah untuk anak-anaknya supaya tidak kelaparan dan untuk kebutuhan anak-anaknya setiap hari.
Dengan umurku yang beranjak dewasa. aku ingin setelah lulus nanti atau jika ada pekerjaan (sampingan) sambil kuliah, ingin sekali jika gajihku setengah untuk orang tua tetapi jika aku lulus nanti aku ingin gajihku semua untukmu wahai mamah dan abah.
Memang itu tak berarti apa-apa jika dibanding dengan hasil perjuanganmu. Tapi aku bekerja, niat dan ingin sukses. Karena ingin membahagiakanmu.
Semoga niatku di dengar oleh yang maha pencipta.

amien J
Latifah Albaniah
2011070059